Jumat, 11 Januari 2019

Makalah Akuntansi Biaya

                         MAKALAH
                   AKUNTANSI BIAYA


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, Wr. Wb
    Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T, atas segala kemampuan rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelasaikan Tugas Resume Akuntansi. Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, serta tak lupa sholawat dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad Swt atas petunjuk dan risalahNya, yang telah membawa zaman kegelapan ke zaman terang benderang, dan atas doa restu dan dorongan dari berbagai pihak-pihak yang telah membantu saya memberikan referensi dalam pembuatan makalah ini. Terutama kepada search engine google yang ikut berperan besar dalam pembuatan makalah ini.

    Saya dapat menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu saya sangat menghargai akan saran dan kritik untuk membangun makalah ini lebih baik lagi. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga melalui makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Terimakasih
Wassalamualaikum Wr. Wb






Surabaya, 1 Oktober  2018




DAFTAR ISI
RANGKUMAN

KATA PENGANTAR.................................................ii
Pengertian Akuntansi................................1
Hubungan Akuntansi Biaya dan Akuntansi Keuangan..................................3
Proses Penggunaan Akuntansi Biaya....5
Pengertian Biaya.........................................6
Klasifikasi Biaya..........................................6
Metode Pengumpulan Harga Pokok....11
Sistem Akuntansi......................................13
Hubungan Aliran Kegiatan dengan Aliran Biaya................................................14
Klasifikasi Biaya Berdasarkan Perilaku.......................................................18
Memisahkan Biaya Semivariabel menjadi Biaya Variabel dan Biaya Tetap.............................................................19
Kesimpulan.................................................21
Daftar Pustaka...........................................22





PENGERTIAN AKUNTANSI BIAYA

Pengertian akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penghitungan, peringkasan, pengevaluasian dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien. Pada awal timbulnya akuntansi biaya mula-mula hanya ditujukan untuk penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan, akan tetapi dengan semakin pentingnya biaya non produksi,yaitu biaya pemasaran administrasi umum, akuntansi biaya saat ini ditujukan untuk menyampaikan informasi biaya bagi manejemen baik biaya produksi maupun non produksi. Oleh karena itu akuntansi biaya dapat digunakan pada perusahaan manufaktur maupun non manufaktur.

Tujuan akuntansi biaya:
Untuk penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan
Untuk menyajikan informasi biaya bagi manajemen baik biaya produksi maupun non produksi.
Manfaat informasi akuntansi biaya:
Untuk perencanaan dan pengendalian biaya, Untuk menentukan harga pokok produk ata jasa yang dihasilkan perusahaan dengan tepat dan teliti, Untuk pengambilan keputusan oleh manajemen


Konsep akuntansi biaya

Konsep dan terminologi akuntansi biaya diperlukan untuk dasar pembahasan akuntansi biaya dengan tujuan supaya dapat dipakai pedoman di dalam peyusunan laporan biaya. Beberapa konsep yang sering dipakai yaitu :
a. Harga perolehan atau Harga pokok (Cost) : Jumlah yang dapat diukur dengan satuan uang dalam bentuk kas yang dibayarkan, tambahan modal dan sebagainya.
b. Biaya (Expensive) : harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenues) dan akan dipakai sebagai pengurang penghasilan. Biaya digolongakan ke dalam harga pokok penjualan, biaya penjualan dan sebagainya.
c. Penghasilan (Revenues) : Jumlah yang dapat diukur dengan satuan uang dalam bentuk kas yang diterima, piutang yang timbul, pengurangan modal dan sebagainya.
d. Rugi dan Laba (Profit and Loss) : Hasil dari proses mempertemukan secara wajar antara semua penghasilan dengan semua biaya dalam periode akuntansi yang sama.
e. Rugi (Loss) : Berkurangnya aktiva atau kekayaan perusahaan yang bukan karena pengambilan modal oleh pemilik, dimana tidak ada manfaat yang diperoleh dari berkurangnya aktivs tersebut.

HUBUNGAN AKUNTANSI BIAYA DAN AKUNTANSI KEUANGAN

Akuntansi keuangan dalah proses pencatatan dan penggolongan, peringkasan, dan peyajian dari transaksi keuangan suatu badan usaha dengan cara yang sistematis, serta penafsiran terhadap hasilnya dari laporan-laporan yang disajikan oleh akuntansi.
Tujuan akuntansi keuangan adalah sebagai alat pembantu untuk menjalankan fungsi, alat komunikasi dan pertanggung jawaban dari manejemen kepada berbagai pihak yang menggunakan laporan keuangan, sesuai kepentingan masing-masing pemakai.


Keterbatasan akuntansi keuangan bagi manejemen, khususnya untuk perusahaan manfaktur adalah :
1. Untuk penentuan harga pokok berbagai jenis produk atau berbagai jasa yang dihasilkan perusahaan.
Akuntansi keuangan hanya mengumpulkan total biaya untuk menghasilkan berbagai jenis produksi dan berbagai jenis jasa yang dihasilkan, tidak diperoleh perincian biaya setiap jenis produk atau setiap jenis jasa tersebut. Oleh karena itu untuk tujuan penentuan harga pokok, akuntansi keuangan tidak dapat menjanjikan informasi yang memadai.

2. Untuk menyusun perencanaan dan mengendalikan biaya.
Dengan akuntansi keuangan kurang dapat disusun perencanaan biaya secara teliti dan tepat. Perencanaan harus dihubungkan  dengan jenis biaya,jumlah biaya,dimana biaya akan terjadi, dan siapa yang bertanggung jawab atas biaya tersebut.

Pengendalian biaya harus dihubungkan dengan penyimpangan antara realisasi dengan yang telah direncanakan, apabila tujuan telah diterjemahkan dalam perencanaan dengan baik, maka rencana tersebut akan dapat dipakai sebagai alat pengendalian terhadap realisasi. Pengendalian harus dihubungkan dengan jenis biaya yang menyimpang,jumlah penyimpangan,dimana terjadi penyimpangan,penyebab penyimpangan, dan siapa yang betanggung jawab terhadap penyimpangan tersebut. Oleh karena itu akuntansi keuangan yang menyajikan total biaya kurang dapat dipakai sebagai alat perencanaan dan pegendalian biaya.

3. Untuk pengambilan keputusan yang berhubungan dengan biaya.
Pengambilan keputusan berhubungan dengan pemilihan beberapa alternatif dalam perencanaan kegiatan perusahaan yang mempertimbangkan, mengukur akibat dari alternative yang dapat diambil. Untuk itu biaya relevan harus digunakan dalam pengambilan keputusan tersebut yang umumnya berhubungan dengan biaya yang akan datang. Akuntansi keuangan sebagai alat perekam transaksi keuangan perusahaan berfungsi merekam transaksi keuangan historis yang hanya dapat dipakai sebagai dasar melakukan prediksi.

                                   
PENGERTIAN BIAYA

Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

KLASIFIKASI BIAYA

A. Berdasarkan aktifitas (fungsi pokok)
     1. Fungsi produksi : Fungsi yang   berhubungan dengan kegiatan   pengolahan bahan baku menjadi   produk selesai yang siap untuk dijual.     Fungsi ini dibagi menjadi 3 yaitu :
 a. Bahan baku
 b. Tenaga kerja langsung
 c. Overhead atau barang habis pakai           untuk keperluan produksi

   2. Fungsi marketing atau fungsi penjualan : Fungsi yang berhubungan erat dengan kegiatan penjualan produk selesai yang siap dijual dengan cara yang memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan perusahaan sampai dengan pengumpulan kas dari penjualan.

Fungsi ini dibagi menjadi 6 yaitu :
a. Biaya penjualan
b. Biaya penggudangan produk jadi
c. Biaya packing
d. Biaya advertising
e. Biaya pemberian kredit dan debt            collection
f. Biaya pembuatan faktur

   3. Fungsi umum dan administrasi : Fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penentuan kebijaksanaan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guma (efektif) dan berdaya-guna (efisien).
Misalnya seperti : Gaji pimpinan tertinggi, personalia, sekretariat, akuntansi Keamanan dan sebagainya
Fungsi keuangan : Fungsi yang berhubungan dengan kegiatan keuangan atau penyediaan dana yang diperlukan perusahaan. Misalnya seperti: Biaya bunga

Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi dimana biaya akan dibebankan antara lain :
1. Pengeluaran Modal atau capital expenditive : Pengeluaran modal atau pengeluaran untuk memperoleh aktiva adalah pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat (benefit) pada beberapa periode akuntansi atau pengeluaran yang dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang. Misalnya : Pengeluaran untuk investasi
2. Pengeluaran Penghasilan atau revenue expenditive : Pengeluaran penghasilan atau pengeluaran biaya adalah pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana pengeluaran terjadi. Misalnya : pengeluaran untuk pembelian BBM



Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahan terhadap aktivitas atau kegiatan atau volume.
1. Biaya variable
Biaya variabel adalah biaya yang bial dikaitkan dengan volume secara per unit akan selalu tetap meskipun volume produksi selalu berubah-ubah, akan tetapi secara total biaya tersebut jumlahnya akan berubah sesuai dengan proporsi perubahan aktivitas.
2. Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang secara total tidak berubah jumlahnya meskipun jumlah produk berubah.
3. Biaya semi variabel
Biaya tetap sama hanpa pada titik tertentu lalu akan berubah mengikuti naiknya jumlah produk yang dihasilkan setelah titik tertentu tersebut.

Penggolongan biaya sesuatu objek atau pusat biaya yang dibiayai antara lain:

1. Biaya langsung (direct cost)
Biaya langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu. Mislanya : Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
2. Biaya tidak langsung (indirect cost)
Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek atau pusat biaya tertentu,atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya. Misalnya: Biaya overhead pabrik.

Penggolongan biaya untuk tujuan pengendalian biaya antara lain:

1. Biaya terkendalikan (controllable cost)
Biaya terkendalikan adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Misalnya: Biaya Transportasi.

2. Biaya tak terkendalikan (uncontrollable cost)
Biaya tak terkendalikan adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan/ pejabat tertentu berdasarkan wewenang yang dia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam jangka waktu tertentu. Mislanya : Tagihan listrik, air dan biaya makan.

Penggolongan biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan antara lain:

1. Biaya relevan (Relevant cost)
Biaya relevan adalah biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan dalam perusahaan di dalam pengambilan keputusan.
2. Biaya yang tidak relevan (Irrelevant cost )
Biaya tidak relevan adalah biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak perlu diperhitungakan atau dipertimbangkan dlam proses pengambilan keputusan.

METODE PENGUMPULAN HARGA POKOK

Metode pengumpulan harga pokok  dapat dikelompokkan menjadi 2 metode, yaitu:
1. Metode Harga Pokok Pesanan ( job order cost method) Adalah metode pengumpulan harga pokok produk di mana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah, dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya. Untuk menghitung biaya satuan, jumlah biaya produksi pesanan tertentu dibagi jumlah produksi pesanan yang bersangkutan, contohnya perusahaan yang berproduksi atau menghasilkan jasa atas dasar pesanan misalnya perusahaan percetakan, kontraktor bangunan, kantor akuntan atau konsultan, pabrik botol dan sebagainya.
2. Metode Harga Pokok Proses (process cost method) Adalah metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tertentu, misalnya bulan, triwulan, semester, tahun. Pada metode harga pokok proses perusahaan menghasilkan produk yang homogin, bentuk produk bersifat standar, dan tidak tergantungspesifikasi yang diminta oleh pembeli. Untuk menghitung biaya, jumlah total biaya produksi pada satuan waktu tertentu dibagi jumlah produk yang dihasilkan pada satuan waktu yang sama, contohnya perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa atas dasar proses misalnya : pabrik semen, kertas, petrokimia, perusahaan angkutan  dan sebagainya.

Dari uraian tersebut diatas apabila dibandingkan karakteristik dari metode harga pokok pesanan dan harga pokok proses sebagai berikut.
Segi perbedaan
Metode harga pokok pesanan
Metode harga pokok proses

Dasar kegiatan produksi
Pesanan langganan
Budget produksi

Tujuan produksi
Untuk melayani pesanan
Untuk persediaan yang akan dijual

Bentuk produksi
Tergantung spesifikasi pemesan dan dapat dipisahkan identitasnya
Homogin dan standar

Biaya produksi dikumpulkan
Setiap pesanan
Setiap satuan waktu

Kapan biaya produksi dihitung
Pada saat suatu pesanan selesai
Pada akhir periode/satuan waktu

Menghitung harga pokok
Harga pokok pesanan tertentu: jumlah produk pesanan yang bersangkutan
Harga pokok periode tertentu : jumlah produk periode bersangkutan

Contoh perusahaan
Percetakan, kontraktor, konsultan, kantor akuntan
Semen, kertas, tekstil, petrokimia, penyulingan minyak, PLN, air minum, angkutan


Dalam praktek suatu perusahaan dapat menggunakan kombinasi metode harga pokok proses dan metode harga pokok pesanan bersama-sama, misalnya pada perusahaan meubel disamping melayani pesanan juga membuat meubel untuk persediaan yang kemudian dijual, pada perusahaa modiste atau konfeksi disamping melayani pesanan juga membuat produk untuk persediaan yang kemudian dijual.
Selain itu dalam praktek terdapat modifikasi metode harga pokok pesanan dan harga pokok proses misalnya pada:
Harga pokok pesanan berganda (multiple job cost method )
Harga pokok pesanan berganda digunakan oleh perusahaan kontraktor bangunan yang mengerjakan kontrak untuk jangka panjang dan terdiri dari beberapa tahap pekerjaan, maka harga pokok pesanan harus diselenggarakan untuk setiap tahap pekerjaan. Misalnya kontrak pembangunan proyek penyulingan minyak dan gas.
Metode harga pokok klas/jenis (class cost method)
Dalam beberapa perusahaan dapat menghasilkan beberapa jenis produk yang dapat digolongkan ke dalam klas atau kelompok-kelompok tertentu.

Metode harga pokok perakitan (assembly cot method)
Pada perusahaan melaksanakan proses produksi dengan membeli seluruh atau sebagaian produk (suku cadangan) dari pihak luar kemudian dirakit menjadi beberapa jenis produk, misalnya pada suatu perusahaan perakitan kendaraan bermotor dapat merakit kendaraan merk Toyota, Daihatsu, honda dll.

SISTEM AKUNTANSI BIAYA

Sistem akuntansi biaya (cost system) merupakan bagian atau aspek dari suatu sistem akuntansi (accounting system) yang digunakan di dalam perusahaan secara keseluruhan. Sistem akuntansi biaya adalah organisasi dari formulir, catatan-catatan dan laporan-laporan yang terkoordinasi dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan dan merupakan informasi biaya bagi manajemen.
Sistem akuntansi biaya dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
1. Sistem harga pokok sesungguhnya (historical cost system atau postmortem cost system atau acktual cost system)
Adalah sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan harga pokok atau biaya sesungguhnya dinikmati.
2. Sistem harga pokok yang ditentukan di muka (predetermined cost system)
Adalah sistem pembebanan harga pokok kepada produk atau pesanan atau jasa yang dihasilkan sebesar harga pokok yang ditentukan di muka sebelum suatu produk atau pesanan atau jasa mulai dikerjakan.


Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
Pelaksanaan
Kegiatan

       Pengendalian
             Biaya





Gambar
Sistem Harga Pokok Ditentukan Di Muka



HUBUNGAN ALIRAN KEGIATAN DENGAN ALIRAN BIAYA
Aliran Kegiatan Perusahaan Manufaktur dan Aliran Harga Pokok Produk
Aliran harga pokok produk (flow of cost) menunjukan aliran biaya produksi dalam rangka kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk yang selanjutnya dijual, oleh karena itu aliran HPP akan dipengaruhi oleh aliran kegiatan (flow of activity). Kegiatan perusahaan manufaktur dalam mengolah bahan baku menjadi produk jual adalah sebagai berikut:
Pengandaan (Procurement)
Adalah kegiatan untuk memperoleh atau mengandakan barang dan jasa yang akan dikonsumsi dalam kegiatan produksi, dapat dikelompokkan ke dalam:
Pembelian, penerimaan, dan penyimpanan bahan baku, bahan penolong, supplies pabrik dan elemen (barang) lainnya yang akan dikonsumsi dalam kegiatan produksi.
Perolehan jasa dari tenaga kerja langsung, tenaga kerja tidak langsung dan jasa lainnya yang akan dikonsumsi dalam kegiatan produksi.

Produksi (Production)
Adalah kegiatan pengolah bahan baku menjadi produk jadi. Pada kegiatan tersebut akan dikonsumsi bahan baku, tenaga kerja langsung, barang dan jasa lainnya yang dikelompokkan dalam overhead pabrik.

Penyimpanan produk selesai (warehousing of finish goods)
Produk yang telah selesai diproduksi dari pabrik akan dipindahkan kedalam gudang produk selesai menunggu saat dijual atau diserahkan kepada pemesan.

Penjualan produk selesai (selling of finish product)
Produk yang sudah laku dijual akan dikeluarkan dari gudang produk selesai untuk dikirim kepada pembeli, dan perusahaan dapat membebani rekening langganan atau pembeli.
Hubungan Aliran Kegiatan dengan Aliran Biaya
Aliran Kegiatan Perusahaan Manufaktur












Aliran Biaya Produksi











Aliran Biaya Dalam Rekening Buku Besar

Persediaan Bahan baku BDP Biaya Bahan Baku


xx       xx xx     xx



          Biaya Gaji dan Upah BDP Biaya Tenaga Kerja Langsung

xx        xx xx       xx




         BDP Biaya Overhead pabrik Biaya Overhead Pabrik

          xx                      xx xx xx
xx xx




Persediaan Produk Selesai Harga Pokok Penjualan

       xx                          xx       xx xx


Atas dasar aliran kegiatan perusahaan manufaktur tersebut dapat disusun aliran biaya berikut:
Dalam rangka pengandaan bahan baku akan membentuk harga perolehan persediaan bahan baku, pengandaan jasa karyawan menimbulkan biaya gaji dan upah, konsumsi bahan penolong dan barang lain serta jasa yang dikelompokkan dalam overhead pabrik menimbulkan biaya overhead pabrik.
Dalam rangka pengolahan produk, bahan baku yang dikonsumsi membentuk Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku, biaya tenaga kerja langsung yang dikonsumsi membentuk barang dalam proses Biaya Tenaga Kerja Langsung, biaya overhead yang dikonsumsi membentuk Barang dalam Proses, biaya overhead pabrik.

Dalam rangka penyimpanan produk selesai sebelum dijual akan membentuk harga pokok persediaan produk selesai.
Dalam rangka penjualan produk, harga pokok persediaan produk selesai yang dijual akan membentuk Harga Pokok Penjualan.
           Untuk tujuan pencatatan akuntansi, pengaruh aliran biaya tersebut akan dinyatakan dalam penerbitan dan pengkreditan rekening buku besar (General Ledgers).
           Selain digunakan rekening buku besar dalam akuntansi biaya perlu diselenggarakan buku besar pembantu (subsidiary ledgers) fungsinya memerinci lebih lanjut rekening buku besar tertentu sesuai dengan informasi yang diinginkan manajemen. Rekening buku besar biaya yang memerlukan rekening buku besar pembantu disebut rekening control biaya (cost control account).

KLASIFIKASI BIAYA BERDASARKAN PERILAKU

Studi dan analisis yang hati-hati atas dampak aktivitas bisnis atau biaya umumnya akan menghasilkan klasifikasi tiap pengeluaran sebagai biaya tetap, biaya variable atau biaya semi variable.
1. Biaya Tetap
Biaya yang secara total tidak berubah saat aktivitas bisnis meningkat atau menurun sepanjang kapasitas normal. Biaya tetap ada 3 bentuk yaitu:
Relevan range yaitu satu jenis biaya yang diklasifikasikan sebagai biaya tetap dalam rentang aktivitas yang terbatas atau rentang relevan.
Discretionary fixed costs atau programmed fixed cost yaitu beberapa pengeluaran bersifat tetap karena kebijakan manajemen.
Committed fixed cost yaitu pengeluaran yang membutuhkan suatu seri pembayaran selama jangka waktu yang lama.

2. Biaya Variabel
Biaya yang secara total meningkat secara proporsional terhadap peningkatan dalam aktivitas bisnis.Biaya variable termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, beberapa perlengkapan, beberapa tenaga kerja tidak langsung, alat-alat kecil, pengerjaan ulang dan unit-unit yang rusak.

3.Biaya Semivariabel
Biaya yang memperlihatkan baik karakter-karakter dari biaya tetap maupun biaya variable.Karakteristik biaya semivariabel yaitu biaya ini meningkat atau menurun sesuai dengan peningkatan atau penurunan aktivitas bisnis namun tidak proporsional, semisal biaya listrik, air, gas dll.
Alasan adanya karakteristik semivariabel ada pada beberapa jenis pengeluaran:
a. Pengaturan minimum mungkin diperlukan.
b. Klasivikasi akuntansi.

MEMISAHKAN BIAYA SEMIVARIABEL MENJADI BIAYA VARIABEL DAN BIAYA TETAP

Dalam rangka merencanakan, menganalisis, mengendalikan atau mengevaluasi pada tingkat aktivitas yang berbeda, biaya tetap dan biaya variable harus dipisahkan.
Tujuan-tujuan dari pemisahan ini adalah:
a. Perhitungan tarif biaya overhead predeterminasi dan analisis varians.
Penyusunan anggaran fleksibel dan analisis varians.
b. Perhitungan biaya langsung dan marjin konstribusi.
c. Analisis titik impas dan analisis biaya-volume-laba.
d. Analisis biaya defrensial dan biaya komparatif.
e. Analisis maksimalisasi laba dan minimalisasi biaya dalam jangka pendek.
f. Analisis anggaran modal.
g. Analisis profitabilitas pemasaran berdasarkan daerah, produk dan pelanggan.

Pada umumnya, klasifikasi dan estimasi biaya yang lebih dapat diandalkan diperoleh dengan menggunakan salah satu dari metode perhitungan berikut:

1. Metode titik tertinggi dan terendah (high and low points)
Dalam metode ini pemisalan biaya semivariabel ke dalam biaya tetap dan biaya variabel dihitung menggunakan dua titik yaitu titik tertinggi dan titik terendah karena keduanya mewakili kondisi dari dua tingkat aktivitas yang paling berjauhan.

2. Metode scattergraph
Dalam metode ini biaya yang dianalisis disebut dependen dan diplot di garsi vertikal atau yang disebut sumbu Y. Aktivitas yng berkaitan disebut variabel independen yang diplot sepanjang garis horizontal yang disebut sumbu X. Unsur variabel diperoleh dari trend yang diperlihatkan oleh kebanyakan titik perpotongan pada sumbu Y

3. Metode kuadrat terkecil (least squares)
Metode ini menentukan secara sistematis garis yang paling sesuai atau garis regresi linier melalui sekelompok titik, sehingga jumlah pengkuadratan deviasi dari setiap titik yang diplot di atas atau di bawah garis regresi akan minimum atau nol.


Kesimpulan

Akuntansi biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penghitungan, peringkasan, pengevaluasian dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien. Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Metode pengumpulan harga pokok  dapat dikelompokkan menjadi 2 metode, yaitu: Metode Harga Pokok Pesanan ( job order cost method)
Metode Harga Pokok Proses (process cost method). Sistem akuntansi biaya (cost system) merupakan bagian atau aspek dari suatu sistem akuntansi (accounting system) yang digunakan di dalam perusahaan secara keseluruhan.













DAFTAR PUSTAKA
R.A. Supriyono. 1999. Akuntansi Biaya Buku I: Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok.Yogyakarta: BPFE. Edisi 2. Cetakan Ke XII

Tidak ada komentar:

Posting Komentar